Selain meneliti tumpukan batu bata dan batu andesit yang sudah rusak akibat penggalian dan pengerukan lahan oleh warga, arkeolog BPCB juga mencatat struktur bangunan lainnya yang juga berupa tumpukan batu bata dan masih utuh. Baca Juga:Eksploitasi Batu Bata Kuno Majapahit Sudah Lama Terjadi“Untuk bangunan di lokasi yang sebagian besar strukturnya sudah rusak diduga dinding atau pagar. Sedangkan untuk di lokasi yang berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pertama ini diduga bekas bangunan,” kata arkeolog yang juga Kepala Sub Unit Penyelamatan BPCB Trowulan Ahmad Hariri, Selasa, 18 April 2017. Bukti lain yang menunjukkan struktur di lokasi kedua adalah bekas bangunan adalah ditemukannya batu umpak atau batu untuk pondasi tiang penyangga bangunan. Ke depan ia menghimbau agar masyarakat melapor ke pemerintah des ajika menemukan struktur bangunan atau benda diduga peninggalan purbakala.
Source: Koran Tempo April 19, 2017 12:56 UTC