dok/wikimapia.org KOMUNIKA ONLINETEMPO.CO, Yogyakarta - Raja Yogyakarta yang juga Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sultan Hamengku Buwono X, menyesalkan pendidikan dasar maut yang digelar Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, yang mengakibatkan tiga mahasiswanya tewas. Mengapa peristiwa itu bisa terjadi di Yogyakarta, yang selama ini dikenal sebagai Kota Pendidikan? Kalau kita bisa merasa, yang muda itu seharusnya dilindungi seniornya,” kata Sultan, yang berharap ini menjadi kasus terakhir kali terjadi di Yogyakarta. Sejumlah orang tua korban yang meninggal, telah melaporkan kasus itu ke polisi DIY, untuk menindaklanjuti ke ranah hukum. Sultan meminta kegiatan ekstra di luar kampus, terutama yang melibatkan orang-orang atau mahasiswa baru yang belum mengerti medan lapangan, dapat diawasi lebih ketat.
Source: Koran Tempo January 24, 2017 08:21 UTC