REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Badan Pengurus SETARA Institute, Hendardi meminta pengurungan niat mobilisasi massa atau wacana people power guna menyikapi hasil pemilu serentak 2019. Hendardi menyebut dari berbagai hitung cepat ala lembaga survei, menunjukkan Jokowi unggul dibanding Prabowo. Menurutnya, metode hitung cepat telah diterima dalam praktik demokrasi dan teruji validitasnya sebagai instrumen pengawasan penghitungan dari potensi kecurangan. "Oleh karena itu, produk hitung cepat harus dibela. "Jika Jokowi hanya bersyukur atas hitung cepat, Prabowo justru menentang.
Source: Republika April 18, 2019 21:22 UTC