"Jadi, saya tegaskan, kalau daerah yang aktivitas ekonominya sedikit (bukan Jakarta) itu anggarannya lama terserap, pasti sangat mengurangi kemampuan daerah itu untuk bekerja,” ujar Sri Mulyani. TEMPO/Ijar KarimTEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan dibukanya data pemerintah daerah yang penyerapan anggarannya masih rendah bukan semata-mata untuk menyudutkan daerah tersebut. “Anggaran Pendapatan dan Belanaja benar-benar menjadi mesin penggerak ekonominya.”Sri Mulyani berkata bahwa Kementeriannya siap membantu kepala daerah yang masih kesulitan mendorong penyerapan anggaran. Sebelumnya, dalam pengarahan Tim Pengendali Inflasi Daerah, Presiden Joko Widodo blak-blakan menyatakan bahwa sejumlah daerah masih malas menyerap anggaran yang disediakan pemerintah. Pasalnya, menurut Sri Mulyani, ada sejumlah daerah yang pihak swastanya tidak cukup kuat untuk menciptakan kegiatan ekonomi.
Source: Koran Tempo August 05, 2016 13:07 UTC