TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dalam melihat utang perlu melihat keseluruhan Anggaran Penerimaan Belanja Negara (APBN) dan perekonomian secara menyeluruh. Dia menjelaskan kebijakan utang salam APBN ditujukan untuk membantu membangun pendalaman pasar keuangan dan obligasi dalam negeri. Pasar keuangan yang dalam dan tebal akan menjadi salah satu pilar menjaga stabilitas ekonomi Indonesia. Utang, kata Sri Mulyani, merupakan instrumen kebijakan dalam pengelolaan keuangan negara dan perekonomian. “Dalam konteks keuangan negara dan neraca keuangan pemerintah, banyak komponen lain selain utang yang harus juga diperhatikan,” tukas dia.
Source: Koran Tempo March 24, 2018 00:00 UTC