Bekas Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan penyelesaian aset BLBI rupanya belum juga usai dan membebani pembukuan pemerintah. "Lima belas tahun lalu saya jadi Menkeu, sekarang masih ada lagi (aset BLBI)," kata Sri Mulyani di Jakarta, Rabu, 26 Agustus 2020. Selain beban bunga yang masih harus ditanggung oleh rakyat pembayar pajak dan pemerintah, persoalan aset eks BLBI tampaknya bakal menjadi bom waktu, jika proses tak segera dirampungkan. Kedua, temuan krusial lainnya adalah pengelolaan piutang BLBI yang juga belum memadai. Di sisi lain, terkait pengelolaan piutang BLBI BPK juga masih menemukan pengelolaan jaminan penyelesaian kewajiban pemegang saham (PKPS) belum.
Source: Koran Tempo August 27, 2020 01:29 UTC