Tiga pesawat tersebut sebelumnya tidak beroperasi lantaran terkendala proses perawatan di anak usaha Garuda, yakni Garuda Maintenance Facility atau GMF. Polemik itu berdampak terhadap penurunan jumlah armada Sriwijaya hingga lebih dari 50 persen. Dari total 24 armada, Sriwijaya hanya menerbangkan sembilan unit pesawat hingga kerja sama dengan Garuda Indonesia putus. Dengan tiga tambahan pesawat lagi, armada Sriwijaya Air yang akan beroperasi pada akhir Januari nanti bakal meningkat menjadi 17 unit. Direktur Operasional Sriwijaya Air Didi Iswandy menargetkan frekuensi penerbangan Sriwijaya pada akhir Januari bertambah menjadi 71 penerbangan.
Source: Koran Tempo January 20, 2020 08:37 UTC