Perusahaan rintisan asal Bali, Gringgo, mencoba menyelesaikan masalah sampah melalui aplikasi. Co-founder dan Chief Technology Officer (CTO) Gringgo Febriadi Pratama mengatakan bahwa sampah di Kelurahan Sanur, Bali, perlu mendapat perhatian lebih. Kelurahan Sanur terdiri dar dua desa, yakni Sanur Kaje dan Sanur Kauh. Dengan aplikasi Gringgo, motor sampah bisa dikontrol serta memiliki pemetaan wilayah lebih baik. Aplikasi juga membantu desa memangkas subsidi sampah, yakni dari 100 juta menjadi 40 juta per tahun.
Source: Republika February 24, 2018 15:56 UTC