REPUBLIKA.CO.ID, DUBAI -- Menjelang Ramadhan, para peritel di Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan akan berfokus pada stabilitas harga, diskon besar, serta strategi pengadaan yang lebih cerdas untuk melindungi konsumen dari tekanan biaya global. Mulai dari pembekuan harga bahan pokok hingga promosi Ramadhan berskala besar dan pengiriman yang lebih cepat, jaringan supermarket utama serta platform daring memosisikan nilai, kenyamanan, dan pilihan sebagai inti strategi Ramadhan mereka. Para peritel menyebut perencanaan dini, diversifikasi sumber pengadaan, serta kemitraan kuat dengan pemasok telah membantu mereka menyerap tekanan biaya tanpa harus membebankannya kepada konsumen. Berdasarkan keterangan Departemen Urusan Islam dan Kegiatan Amal Dubai (Islamic Affairs and Charitable Activities Department/IACAD), Ramadhan diperkirakan jatuh pada 19 Februari 2026. “Kami tahu selama Ramadhan orang-orang membeli lebih banyak, tetapi kami tidak menggunakan kesempatan ini untuk menaikkan harga.
Source: Republika February 02, 2026 15:30 UTC