KOMPAS.com - Sebagian besar rumor, stigma, dan teori konspirasi yang tersebar di media sosial dan surat kabar online teridentifikasi di enam negara, salah satunya Indonesia. Penelitian ini memeriksa infodemik yang mencakup rumor, stigma, dan teori konspirasi terkait Covid-19 yang tersebar di situs web agen pemeriksa fakta, Facebook, dan Twitter. Penelitian menyebutkan, dari 2.311 laporan terkait infodemik Covid-19 dalam 25 bahasa dari 87 negara, sebagian besar rumor, stigma, dan teori konspirasi teridentifikasi dari enam negara. Penelitian menyimpulkan bahwa misinformasi yang dipicu rumor, stigma, dan teori konspirasi dapat memiliki sejumlah implikasi yang berpotensi serius pada individu dan komunitas. Studi sebelumnya juga menemukan bahwa orang kerap mengunjungi situs web badan kesehatan internasional dan kementerian kesehatan untuk mendapat informasi yang kredibel.
Source: Kompas September 27, 2020 02:01 UTC