WowKeren - Kasus COVID-19 di Indonesia belakangan mengalami kenaikan, salah satunya karena subvarian Omicron BA.4 dan BA.5. Meski demikian, kini sudah ada mutasi baru dari varian Omicron yang disebut BA.2.75. Menurut Syahril, subvarian BA.5 telah mendominasi kasus COVID-19 di Indonesia. Namun demikian, Syahril menjelaskan bahwa tingkat keparahan subvarian tersebut tidak seberat varian Omicron dan Delta. Sebelumnya, epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman, telah meminta masyarakat dan pemerintah untuk mewaspadai potensi penyebaran COVID-19 subvarian Omicron BA.2.75.
Source: Kompas July 04, 2022 19:28 UTC