Wirdjo yang makan bersama sang paman mampu menghabiskan hingga lima bungkus nasi dalam waktu cepat. Sementara itu, alat yang digunakan Wirdjo untuk membantai puluhan orang di berbagai kampung pada hari nahas itu ternyata bukan celurit. Alat inilah yang digunakan Wirdjo saat kalap dan melukai puluhan orang di tahun 1987 silam. Namun petunjuk atas insiden berdarah itu kemudian ada di makam Wirdjo yang letaknya ada di makan keluarga. Dari puluhan korban itu, 17 orang di antaranya harus merenggang nyawa.
Source: Jawa Pos August 13, 2017 19:52 UTC