Pada 1892 sekelompok Yahudi Rusia mengajukan permohonan kepada sultan abdul hamid II untuk mendapatkan izin tinggal di Palestina. Pada 1896 Theodor Herzl memberanikan diri untuk kembali menemui Sultan Abdul Hamid II sambil meminta izin mendirikan gedung di al-Quds. Kelompok Freemasonry yang terus berusaha menjegal kepemimpinan Sultan Abdul Hamid II juga tergabung dalam organisasi Al-Ittihad wa At- Taraqqi/Ittihad ve Terakki (organisasi persatuan dan kemajuan). Sultan Abdul Hamid II meninggal pada 10 Februari 1918 dan menjabat sebagai khalifah Kesultanan Turki Usmani selama 33 tahun. Sepeninggalnya, tak ada lagi sultan Turki Usmani yang memiliki kecakapan berpikir dan keberanian terhadap Yahudi seperti yang ditunjukkan Sultan Abdul Hamid II semasa hidupnya.
Source: Republika November 23, 2019 13:52 UTC