SINGAPURA, KOMPAS.com - Sebuah studi online yang dilalukan perusahaan riset global Ipsos dan penyedia data SSI menunjukkan 42 persen warga Singapura ingin bermigrasi jika ada kesempatan. Mereka terdiri dari 923 orang warga Singapura, sisanya adalah para ekspatriat dan penduduk tetap (PR). Selain itu, hampir separuh dari warga Singapura yang mengikuti survei menilai biaya hidup adalah salah satu sektor yang harus diperbaiki. "Keluhan umum yang kerap muncul di Singapura adalah ritme kehidupan yang cepat yang sejalan dengan denyut kehidupan kota," kata Melanie Ng, kepada unit pemahaman pasar Ipsos. "Mereka yang ingin bermigrasi mungkin orang-orang yang menginginkan gaya hidup berbeda atau mencari tempat dengan keunikan tertentu dan kesempatan karier yang bagus," tambah Melanie.
Source: Kompas October 01, 2016 08:50 UTC