"Kami tidak memikirkan elektabilitas, silahkan saja ada survei turun atau naik, terserah," tegasnya di Kota Blitar, Jawa Timur, Kamis (10/11). Djarot mengaku saat ini dirinya dan Ahok lebih fokus untuk terus melakukan blusukan untuk menyerap aspirasi masyarakat. Pihaknya sebenarnya juga menyayangkan sikap kelompok masyarakat yang melakukan penolakan saat kunjungan rombongannya untuk berkampanye. Saat ini, pada bulan November 2016, elektabilitas Ahok sudah di bawah 30 persen, yaitu di angka 24,6 persen. Berdasarkan survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, pada bulan Maret 2016 elektabilitas Ahok berada pada angka 59,3 persen, pada bulan Juli turun menjadi 49 persen, dan kembali turun pada Oktober sebesar 31,4 persen.
Source: Republika November 10, 2016 17:08 UTC