"Menurut saya, yang paling menarik dari hasil survei itu adalah persepsi publik bahwa negara yang paling berpengaruh di Indonesia tahun ini adalah Cina dan bukan lagi AS," kata pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal usai peluncuran hasil survei Peran Amerika di Kawasan Indo-Pasifik 2017 (Survey on America's Role in the Indo-Pacific) di Bengkel Diplomasi FPCI Jakarta, Rabu. Hasilnya menunjukkan kebanyakan masyarakat Indonesia menganggap AS sebagai negara yang paling berpengaruh terhadap Indonesia. Pada saat yang bersamaan, banyak WNI yang juga menginginkan Indonesia untuk menjaga hubungan yang kuat dengan Cina. Untuk metode di Indonesia sendiri, PerthUSAsia, sebagai salah satu pencetus survei, telah bekerja sama dengan lembaga survei di Tanah Air, yang data mentahnya lalu diberikan kepada FPCI untuk diolah dan dianalisis. Demografi dari survei tersebut meliputi berbagai lapisan masyarakat dengan mayoritas mahasiswa sampai masyarakat yang sedang mengawali perjalanan karir mereka.
Source: Republika August 02, 2017 20:37 UTC