REPUBLIKA.CO.ID, NAPYIDAW -- Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan, pembersihan etnis jadi istilah yang terlalu kuat untuk menggambarkan yang terjadi di Rakhine. "Saya tidak berpikir ada pembersihan etnis yang terjadi, saya pikir pembersihan etnis penggambaran yang terlalu kuat untuk apa yang terjadi," kata Suu Kyi. Serangan terhadap panjaga perbatasan Myanmar Oktober lalu, telah memicu serangan balik yang mengerikan dan memaksa krisis terbesar di kekuasaan Suu Kyi. Namun, militer Myanmar membantah tuduhan itu dan mengklaim apa yang dilakukan merupakan operasi perlawanan yang sah dan sesuai prosedur. "Apa yang kita coba lakukan adalah rekonsiliasi bukan mengutuk," ujar Suu Kyi.
Source: Republika April 06, 2017 00:11 UTC