Sylvi juga mengaku tidak setuju dengan kebijakan Pemprov DKI Jakarta saat ini, dimana gerak PKK dibatasi. "Masa PKK harus dibatasi, PKK itu kan gerakan masyarakat yang lahir dari bawah. Karena menurutnya, jika suatu kota aman bagi perempuan dan anak, artinya aman untuk semua masyarakat yang tinggal di dalamnya. "Kalau kota yang aman untuk perempuan dan anak pasti aman untuk semua," ucap Sylvi. Seperti diketahui, KPUD DKI Jakarta kembali mengelar debat kandidat ketiga antar cagub-cawagub DKI Jakarta 2017 di Hotel Bidakara, Jumat (10/2) malam.
Source: Republika February 10, 2017 14:15 UTC