"Mempertahankan 8.400 personel militer di Afganistan tahun depan tentu lebih baik ketimbang memangkas kekuatan pasukan itu hingga hampir separuhnya," ujar McCain. Militer Afganistan menderita kemunduran cukup signifikan di tangan Taliban, termasuk kejatuhan sementara kota Kunduz, serta tewasnya 5.000 prajurit Afganistan sepanjang 2015. Keputusan ini diambil setelah Jenderal John Nicholson, komandan baru misi NATO di Afganistan, melakukan evaluasi terhadap situasi keamanan di negeri itu. WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama, Rabu (6/7/2016), menegaskan pemerintahannya tetap mempertahankan 8.400 personel militer AS di Afganistan pada 2017. "Daripada menurunkan jumlah prajurit menjadi 5.500 personel pada akhir tahun ini, AS akan mempertahankan 8.400 personel militer di Afganistan hingga akhir masa jabatan saya," kata Obama dalam sebuah jumpa pers.
Source: Kompas July 06, 2016 15:36 UTC