TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Taiwan menyampaikan bahwa mereka memiliki hak untuk membalas intimidasi dan ancaman militer Cina. Kami memiliki hak untuk bertahan dan melakukan balasan dan hal itu sudah diatur dalam panduan untuk mencegah eskalasi konflik," ujar pernyataan pers Kementerian Pertahanan Taiwan, dikutip dari kantor berita Reuters, Senin, 21 September 2020. Cina tidak menyukai kunjungan tersebut, menganggapnya sebagai ancaman atas upayanya untuk mengklaim Taiwan sebagai bagian negeri tirai bambu. Sementara itu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen menyebut Cina sebagai ancaman regional. "Kami tidak akan memprovokasi, tetapi kami tidak takut akan musuh kami," ujar pernyataan pers Kementerian Pertahanan Cina.
Source: Koran Tempo September 21, 2020 07:07 UTC