REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Presiden Taiwan Tsai Ing-wen berjanji akan tetap mempertahankan kebebasan dan demokrasi Taiwan di tengah tekanan yang terus diberikan Cina. Cina menganggap Taiwan yang berpendirian demokratis sebagai provinsi yang tidak patuh. Cina telah memotong mekanisme dialog reguler dengan Taiwan, menggenjot latihan militer di sekitar pulau tersebut, dan meningkatkan tekanan internasional untuk membatasi langkah diplomatik Taiwan. Tsai, yang telah berjanji untuk menjaga perdamaian dengan Cina, mengatakan pemerintahnya masih mencari terobosan dalam berhubungan dengan Beijing. "Kita perlu mengingat, demokrasi dan kebebasan adalah hak yang diperoleh melalui upaya yang dilakukan oleh semua orang Taiwan yang tak terhitung jumlahnya," kata Tsai.
Source: Republika October 10, 2017 06:22 UTC