“Penyebaran virus sangatlah tidak mungkin tanpa riset uji sampel virus Covid-19,” katanya kepada JawaPos.com, Sabtu (28/3). “Risikonya tinggi bagi penguji sampel virus Covid-19, sehingga perlu ada penguatan dan pelatihan khusus bagi SDM riset. Pertama, sesegera mungkin memperkuat dan memperbanyak SDM riset untuk penanganan mikroorganisme patogen semacam SARS-CoV2(Covid-19) yang ditugaskan uji sampel di seluruh provinsi. Ketiga, meminta Menkes untuk membuka akses informasi dan penggunaan sampel virus Covid-19 bagi lembaga riset nasional. “Saat ini, informasi yang saya terima, reagen dan primer untuk keperluan uji sampel virus Covid-19 masih tergantung impor dan sulit didapatkan,” katanya.
Source: Jawa Pos March 28, 2020 13:41 UTC