Namun, fakta itu tak menyurutkan minat para perokok untuk tetap aktif merokok. Sebuah studi dari Departemen Ilmu Kesehatan Jiwa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI-RSCM) mendapatkan hasil bahwa 44,5 persen responden melaporkan konsumsi alkohol, tidak berubah dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19. Riset ini juga mendapatkan hasil bahwa tidak ada perubahan pola konsumsi rokok di masa pandemi terhadap 47,6 persen responden perokok. Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Ari Fahrial Syam mengatakan pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan pada berbagai aspek kehidupan, termasuk pada kesehatan jiwa. Perubahan pola konsumsi alkohol dan rokok akan menjadi tantangan baru bagi praktisi kesehatan, terutama dalam bidang adiksi.
Source: Jawa Pos March 03, 2021 05:48 UTC