Pascapembunuhan tokoh senior Ali Larijani, Pemimpin Spiritual baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengeluarkan pernyataan yang menggetarkan. "Untuk setiap darah, ada diyah... kompensasi darah yang harus segera dibayar oleh para pembunuh kriminal para syuhada ini," ujar Mojtaba, sebagaimana dikutip media regional pada 18 Maret 2026. Ali Larijani - (Republika/Agung Supriyanto)Tak sekadar hargaBanyak media Barat—dan bahkan sebagian media yang berbasis di Doha seperti Al Jazeera—menyederhanakan istilah diyah menjadi "harga" (price/thaman). Dengan memilih kata diyah, Mojtaba Khamenei tidak sedang bicara tentang "transaksi", melainkan tentang "kewajiban moral" yang mutlak. Warga Iran memeluk foto Ayatollah Ali Khamenei saat berkumpul di Lapangan Enqelab, Teheran, Iran, Ahad (1/3/2026), untuk mengekspresikan duka cita atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran itu.
Source: Republika March 26, 2026 13:05 UTC