Sebagian besar sekolah di Ibu Kota Kabul masih tutup sejak kelompok radikal Taliban mengambil alih kekuasaan sebulan lalu. WANA (West Asia News Agency) via REUTERSTEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah petugas di Ibu Kota Kabul, Afghanistan, pada Jumat, 17 September 2021, mengganti papan nama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dengan tulisan lain. Langkah itu diambil setelah mantan para pegawai perempuan di Kementerian Pemberdayaan Perempuan dilarang memasuki gedung itu. Pintu gerbang Kementerian Pemberdayaan Perempuan pada Kamis, 16 September 2021 akhirnya ditutup. Ketika kementerian ini tidak ada lagi, apa yang harus dilakukan perempuan Afghanistan?,” kata seorang perempuan yang tidak mau dipublikasi identitasnya.
Source: Koran Tempo September 19, 2021 07:07 UTC