Mengutip laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, cikal bakal penamaan Taman Nasional Lorentz bermula dari ekspedisi yang dipimpin oleh Dr. H. A. Lorentz pada 1909. Setelah Indonesia merdeka, tepatnya pada 25 Januari 1978, pemerintah menetapkan Taman Nasional Lorentz sebagai cagar alam dengan luas 2,1 juta haktere. Pada tahun yang sama, World Heritage Site meresmikan Taman Nasional Lorentz sebagai warisan alam dunia dengan luasan 2,3 juta hetare. Empat tahun kemudian, ASEAN Declaration on Heritage Parks menetapkan Taman Nasional Lorentz sebagai Taman Warisan ASEAN atau ASEAN Heritage Parks. Untuk menjaga dan melestarikan kondisi Taman Nasional Lorentz, pemerintah membentuk Unit Pelaksana Teknis Balai Taman Nasional Lorentz di Wamena Kabupaten Jayawijaya pada 2007.
Source: Koran Tempo December 04, 2019 13:07 UTC