Cuaca ekstrem tersebut diperkirakan akan mengganggu produksi beras dalam negeri secara signifikan. Pengamat Kebijakan Pangan Pertanian Jangkung Handoyo Mulyo mengatakan, perkiraan cuaca tersebut bisa mengurangi target pemerintah, khususnya Kementerian Pertanian dan Bulog dalam menyerap padi. "Jadi target penyerapan 2,2 juta ton sampai Juni, dengan adanya perubahan-perubahan iklim, banjir, angin, ini akan menurunkan produksi kita," kata Jangkung di Jakarta, Rabu (7/2). Serapan beras tersebut dipastikan tidak mengganggu penyerapan padi dan stabilitas harga karena beras impor langsung masuk di Gudang Bulog. Sekretaris Bulog Siti Kuwati mengatakan, impor ini tidak akan mengganggu harga dan target pemerintah dalam menyerap hasil panen petani.
Source: Jawa Pos February 07, 2018 11:15 UTC