REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selama sembilan tahun, Rumi mempraktikkan tasawuf sebagai murid Burhanuddin Muhaqqiqat Turmudzi sampai gurunya tersebut meninggal pada 1240. (Baca: Tahun Rumi dan Jejak Emas Sang Maestro Sufi)Saat berusia 48 tahun, Rumi bertemu dengan seorang penyair sufi pengelana, Syamsuddin at-Tabrizi, pada 15 November 1244. Bersama Hisamuddin, Rumi juga mengembangkan tarekat yang dikenal dengan tarekat Jalaliyah atau Maulawiyah. Tarian dengan gerak berputar-putar tersebut telah mampu mengantarkan para pengikut Rumi menemukan cahaya Tuhan yang tidak bisa dimengerti oleh orang lain. Tarian dalam tarekat Rumi bertujuan untuk mencapai keindahan Ilahiyah dan keinginan untuk mendekatkan diri kepada pencipta serta menemukan keberadaan Tuhan meskipun tidak mendapatkannya se cara hakiki.
Source: Republika October 17, 2016 09:22 UTC