”Kami sangat menolak kebijakan itu, dan AC di angkot tak akan pernah ada. Menurutnya, selain dianggap memberatkan para sopir penyediaan AC itu pun tidak akan dapat memaksimalkan masyarakat menggunakan angkot. Sehingga pertimbangan untuk menyediakan pendingin udara dianggap bukan solusi dalam mensejahterakan para sopir dan pemilik angkot. ”Tidak ada jaminan angkot pakai AC ada yang naik. Karena itu pula pihaknya beraharap Organda dapat meradam gejolak terkait soal penolakan kebijakan tersebut.
Source: Jawa Pos July 06, 2017 02:48 UTC