KOMPAS.com - Perusahaan penyedia layanan aplikasi perpesanan Telegram baru-baru ini mendapatkan suntikan dana sebesar 150 juta dolar AS atau sekitar Rp 2,1 miliar. Investasi tersebut berasal dari dua perusahaan pendanaan asal Dubai, Uni Emirat Arab (UEA), yakni Mubadala (75 juta dolar AS/Rp 1,05 miliar) and Abu Dhabi Catalyst Partners (75 juta dolar AS/Rp 1,05 miliar. Dengan investasi ini, Telegram bakal membuka kantor baru di wilayah Abu Dhabi, UEA untuk memperkuat eksistensinya di negara tersebut, dan di sekitar wilayah Timur Tengah. Dapat suntikan Rp 14,4 trilunKOMPAS.com/Bill Clinten Pengumuman Durov di channel resmi Telegram miliknya. Dalam kanal resminya di platform Telegram, Durov sendiri mengaku telah mendapatkan suntikan dana lebih dari 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp 14,4 triliun dalam bentuk obligasi.
Source: Kompas March 25, 2021 09:31 UTC