JawaPos.com- Ditemukannya lembar kerja siswa (LKS) yang dinilai melecehkan lambang negara di Mojokerto langsung direspon pihak sekolah SMK Islam Walisongo, Mojokerto. Sebenarnya, kalau tidak ada siswa yang komplain, awalnya kami juga tidak tahu. Pihaknya mengaku tidak tahu-menahu terkait adanya LKS yang berbau pelecehan simbol negara dan sarat sisi pornografi. Buktinya, sampai sekarang dibiarkan saja,” kata Kepala Sekolah SMK Islam Walisongo Mojokerto Soetjahjo Moedji..Menurut Soetjahjo, sedikitnya ada 30 LKS yang beredar di tengah siswa. Serta, LKS itu selama ini digunakan sebagai acuan dalam proses belajar-mengajar di kelas, baik siswa maupun guru pengajar.
Source: Jawa Pos August 12, 2016 05:03 UTC