Terdakwa teroris penembakan dua masjid di Christchurch diadili pada Sabtu, di pengadilan distrik Christchurch, Selandia Baru. [REUTERS]TEMPO.CO, Jakarta - Terdakwa teroris penembakan di Christchurch, Selandia Baru, tersenyum selama persidangan dan membuat simbol supremasi kulit putih. Organisasi mengatakan bahwa simbol tersebut telah digunakan oleh beberapa supremasi kulit putih yang dikenal, penggunaannya telah meningkat sejak 2017 dan maknanya terus berkembang. Gestur "OK" biasanya digunakan untuk tujuan non-politik dan non-kebencian, serta oleh beberapa supremasi kulit putih, menurut ADL. Satu korban penembakan di Christchurch lain meninggal di rumah sakit, menurut Mike Bush, Komisioner Kepolisian Selandia Baru.
Source: Koran Tempo March 16, 2019 09:56 UTC