Dalam keterangan yang dituliskan Syekh Muhammad Thahir al-Jawi al-Asyi pada halaman akhir naskah, bahwa kitab “Majmu’ah al-Masa’il” ini ia tulis untuk (bagi) seorang yang bergelar Sultan dan bernama Hasan Nuruddin anak dari Sultan Hasan ‘Izzuddin. Sekilas kemudian saya pun mencari data tentang siapakah sosok Syekh Muhammad Thahir al-Jawi al-Asyi, sang penulis naskah (katib al-kitab), demikian juga sosok Sultan Hasan Nuruddin bin Sultan Hasan ‘Izzuddan, sang pemilik naskah (shahib al-kitab). Di Aceh, beliau dikenal dengan nama Muhammad Thahir Tiro (Tengku Chik [Syik] Cot Plieng Tiro), yang masih sepupu Syekh Muhammad Samman Tiro (Teungku Chik Di Tiro, w 1891 M). Yang menarik di sini justru adalah sosok “Sultan Hasan Nuruddin ibn Sultan Hasan ‘Izzuddin” yang tertulis dalam naskah sebagai “shahib al-kitab” (pemilik kitab), di mana Syekh Muhammad Thahir al-Asyi menulis (salin) kitab “Majmu’ah al-Masa’il al-Fiqhiyyah” untuk sultan tersebut. Kedua sosok di atas, yaitu Syekh Muhammad Thahir al-Asyi dan Sultan Hasan Nuruddin, bisa dipastikan hidup satu zaman.
Source: Republika April 16, 2017 21:56 UTC