Tiga Generasi Tanpa Identitas Kependudukan di Bandung (Tulisan-3)[BANDUNG] Keluarga besar Dadang Suparman alias Usman, 73 tahun dan Tjitjih, 64 tahun tahu betul kerasnya hidup di Kota Bandung. Menetap di Bandung sejak tahun 1970-an, mereka berdua kini mengandalkan pemasukan dari tujuh anaknya yang tidak memiliki pekerjaan tetap dan donasi. “Dicatat sebagai mister X saat dikubur karena tidak ada identitas kependudukan,” kata Ati Sumiati, 27 tahun, anak ke-empat Usman. “Tidak ada yang ke sekolah negeri karena tidak ada identitas,” terang Ati. Saat itu, Raka, anak keduanya baru berusia tujuh hari tidak bisa bertahan di dalam bilik yang lembab dan tidak ada sinar matahari.
Source: Suara Pembaruan July 08, 2017 05:26 UTC