Kota Wali di Jawa Tengah yang pernah menjadi pusat peradaban Islam pada awal masa penyebarannya ini menyimpan tradisi Weh Huweh yang tak lekang digerus zaman. Tradisi Weh Huweh berpusat di sepanjang Jalan Sampangan hingga Domenggalan, Kelurahan Bintoro, Demak. Turun temurunAhmad Zaky Mubarok, tokoh masyarakat setempat yang lahir dan dibesarkan di Kota Wali Demak, menuturkan, tradisi Weh huweh sudah dilakukan turun temurun. Semua warga sudah yakin bahwa tradisi Weh huweh menjadi salah satu bekal untuk menuju Malam Seribu Bulan atau Lailatul Qodar. Baca juga: Azan Pitu, Tradisi Masjid Sang Cipta Rasa Cirebon Sejak Zaman Wali SangaTradisi Weh Huweh juga menjadi sebuah ajang netralisir kepentingan.
Source: Kompas May 25, 2019 15:43 UTC