REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Calon presiden Amerika Serikat (AS) dari Partai Republik mengatakan ledakan yang terjadi di Manhattan, New York terkait dengan terorisme. Ia menyatakan hal itu sebelum pihak berwenang merilis rincian mengenai insiden yang menewaskan setidaknya 29 orang tersebut. "Saya harus memberi tahu Anda bahwa serangan bom di New York terjadi saat sebelum saya turun dari pesawat. Ini sangat mengerikan karena mungkin saja hal itu terjadi lagi di negara kita," ujar Trump, dilansir The Independent, Ahad (18/9). Hal itu menimbulkan kritik sejumlah pihak, di antaranya berasal dari rival Trump, calon presiden AS dari Partai Demokrat Hillary Clinton.
Source: Republika September 18, 2016 09:22 UTC