Namun, menjadi perdana menteri perempuan pertama Inggris sejak masa pemerintahan Margaret Thatcher, May menghadapi tugas berat menakhodai Inggris yang "bercerai" dari Uni Eropa. Tak hanya itu, keluarnya Inggris dari Uni Eropa kini disusul dengan rencana Skotlandia, yang sebagian besar rakyatnya memilih tetap bersama Uni Eropa, untuk kembali menggelar referendum lepas dari Inggris Raya. Tugas pertama May adalah membentuk kabinet baru yang di dalamnya akan bertugas seorang menteri yang khusus mengurus persiapan Inggris secara resmi keluar dari Uni Eropa. Di sisi lain, para pemimpin Uni Eropa mendesak agar pemerintah Inggris segera mempercepat proses negeri itu keluar dari Uni Eropa. Para pemimpin Uni Eropa menegaskan, mereka tidak bersedia menegosiasikan hubungan baru dengan London hingga negeri itu secara formal mengajukan pengunduran diri.
Source: Kompas July 13, 2016 11:03 UTC