REPUBLIKA.CO.ID, ST PETERSBURG -- Saat hubungan Turki dengan negara-negara Barat menegang, pascakudeta gagal di Turki 15 Juli lalu, Presiden Recep Tayyip Erdogan akan melakukan perjalanan ke Rusia pada Selasa (9/8). Ada juga insentif Rusia yang menggunakan krisis antara Turki dengan Barat sebagai cara melemahkan kekompakkan NATO," kata Ulgen. Ketegangan dengan Barat meningkat ketika Menteri Luar Negeri Jerman mengatakan tak bisa berdiskusi dengan Turki karena seperti pembicaraan 'dua planet berbeda'. "Ada persepsi bahwa Turki secara strategis bisa condong ke Rusia jika hubungan dengan Barat tak bisa dipertahankan. Direktur Umum lembaga think tank yang dekat dengan Kementerian Luar Negeri Rusia, Russian International Affairs Council, Andrey Kortunov mengatakan, kudeta telah membuat Turki lebih dekat dengan Rusia.
Source: Republika August 06, 2016 07:30 UTC