REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS - Uni Emirat Arab (UEA) membuka kembali kedutaan besar di Suriah pada Kamis (27/12) setelah menutupnya selama tujuh tahun. UEA menarik duta besarnya dari Suriah pada 2011 setelah dimulainya pemberontakan rakyat terhadap Presiden Suriah Bashar al-Assad. Saat ini UEA belum memiliki duta besar untuk Suriah, tetapi dua diplomatnya diperkirakan akan menghadiri upacara pembukaan kedutaan. Kementerian Luar Negeri UEA mengatakan pembukaan kembali kedutaan itu dimaksudkan untuk menormalkan hubungan antara Suriah dan UEA. Namun pembukaan kembali kedutaan UEA dan pembukaan kembali perbatasan antara Suriah dan Yordania, telah mendorong spekulasi bahwa hubungan antara Suriah dan negara-negara Arab mungkin mulai mencair.
Source: Republika December 27, 2018 14:15 UTC