Upaya BI Mengendalikan Dolar Dinilai Tak Cukup Menguatkan Rupiah - News Summed Up

Upaya BI Mengendalikan Dolar Dinilai Tak Cukup Menguatkan Rupiah


TEMPO/Tony HartawanTEMPO.CO, Jakarta - Serangkaian upaya Bank Indonesia mengurangi ketergantungan dolar AS dalam transaksi perdagangan ekspor impor dinilai tak cukup efisien memperkuat kurs rupiah. Adapun upaya tersebut di antaranya adalah kerja sama penerapan local currency settlement (LSC) dan bilateral swap dengan sejumlah negara. Baca: Awal 2019, Kurs Rupiah Jisdor Menguat ke Rp 14.465 per Dolar AS“Karena pergerakan rupiah bukan hanya dipengaruhi oleh supply demand valas untuk ekspor impor, tapi utamanya dari pergerakan aliran modal portofolio asing, ini yang sering kali menghantam rupiah,” ujar Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah, kepada Tempo, Rabu 2 Januari 2019. Hingga pekan kedua Desember 2018, total transaksi LCS menggunakan Thailand Bath (THB) dan Ringgit Malaysia (MYR) masing-masing mencapai US$ 1,5 miliar dan US$ 495 juta. “Kami sedang mengkaji hal itu,”Baca: 2019, Nilai Tukar Rupiah Masih Banyak Bergantung Ekonomi GlobalSementara itu, untuk kebijakan bilateral swap menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo telah dilakukan efektif dengan sejumlah negara.


Source: Koran Tempo January 02, 2019 22:52 UTC



Loading...
Loading...
  

Loading...

                           
/* -------------------------- overlay advertisemnt -------------------------- */