TEMPO.CO, Jakarta - Sekretaris Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), Eka Ginanjar, mengatakan belum ada penelitian yang bisa mengkonfirmasi bahwa menghirup uap air panas bisa membunuh virus Corona. Saat ini, warga net atau netizen sedang heboh membahas tips membunuh virus Corona dengan menghirup uap air panas. Menurut dokter spesialis penyakit dalam atau internis itu, belum ada penelitian kesehatan secara resmi yang bisa membuktikan apakah menghirup uap air panas dapat membunuh virus Corona. Eka justru mengkhawatirkan ketika masyarakat malah menggagap tips di media sosial tersebut efektif untuk membunuh virus Corona. Bisa saja terjadi masyarakat tidak lagi melakukan hal yang penting, yaitu mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.
Source: Koran Tempo March 29, 2020 10:18 UTC