Jakarta, Beritasatu.com- Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Stephanus Paulus Lumintang memproyeksikan tahun depan akan terjadi kenaikan volume transaksi dalam Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) sebanyak 15%. Data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menunjukkan bahwa transaksi BBJ dan Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) pada 2016 mencapai 7,01 juta lot atau meningkat 6,40% dari tahun sebelumnya. Adapun, volume transaksi kontrak berjangka pada Januari-Agustus 2019 tercatat sebesar 7,04 juta lot. Jika akhirnya minat investor asing membuat perdagangan bursa berjangka menjadi ramai, maka Indonesia semakin cepat mencapai mimpi untuk menjadi acuan harga komoditas dunia. Misalnya, teken MoU antara PT Mentari Mulia Berjangka dengan First Gold sebagai penasihat dan konsultan di perdagangan berjangka.
Source: Suara Pembaruan December 05, 2019 10:18 UTC