REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA—Rencana Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo untuk mempromosikan ‘kebebasan beragama’ selama kunjungannya ke Istanbul pekan depan memicu kemarahan warga Ankara, Turki. Pompeo diperkirakan akan mencalonkan diri sebagai senat, dan dukungan dari komunitas Ortodoks Yunani dan evangelis akan menjadi pendorong harapannya untuk terpilih di Kansas. Para ahli menggarisbawahi bahwa kebebasan beragama adalah dan akan tetap menjadi prioritas kebijakan luar negeri AS di bawah pemerintahan Biden. Yildirim percaya bahwa, meskipun inisiatif multilateral itu penting, negara harus lebih fokus pada penguatan mekanisme kontrol hak asasi manusia internasional untuk berkontribusi pada perlindungan hak asasi manusia, termasuk kebebasan beragama atau berkeyakinan. “Jika tidak, kami hanya akan melihat perubahan kosmetik dalam kebebasan beragama,” katanya.
Source: Republika November 15, 2020 00:33 UTC