Aksi penyiraman air keras menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, pada Kamis malam, 12 Maret 2026. Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, mengungkapkan pada Jumat, 14 Maret 2026, bahwa luka serius dialami di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, muka, dada, serta bagian mata. Dimas menambahkan, upaya penyiraman air keras ini berpotensi mengakibatkan luka fatal yang serius hingga meninggal dunia. Dimas mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas kasus penyiraman air keras ini, mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut. "Peristiwa ini harus segera mendapat perhatian luas dari berbagai pihak, termasuk lembaga penegak hukum dan masyarakat sipil," kata dia.
Source: Koran Tempo March 13, 2026 07:18 UTC