REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) Wali Kota Medan Dzulmi Eldin oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikhawatirkan membuat rakyat atau warga Medan apatis terhadap pemerintah. "Apalagi, Dzulmi Edlin bukan Wali Kota Medan yang pertama tersangkut kasus korupsi dan OTT KPK," ujar pengamat ekonomi Universitas Sumatra Utara (USU) Wahyu Ario Pratomo di Medan, Rabu (16/10). Harusnya, kata dia, rakyat dapat menikmati layanan infrastruktur lebih baik dari yang sekarang"Mudah-mudahan ke depan kejadian serupa tidak terjadi lagi karena berdampak meluas mulai dari ketidakpercayaan masyarakat dan gangguan layanan publik," katanya. Wahyu mengakui, OTT Wali Kota Medan tidak memberikan dampak yang besar bagi perekonomian kota itu. "Jadi secara ekonomi ditangkapnya Wali Kota Medan tidak akan terganggu.Namun secara sosial berdampak luas karena menyangkut semakin berkurangnya kepercayaan publik terhadap pemerintah," ujarnyasumber : Antara
Source: Republika October 16, 2019 19:52 UTC