Warga rela mengantre dari siang hingga malam hari demi mendapatkan elpiji 12 kilogram seharga Rp 230.000. Pasalnya, sejak dua pekan kelangkaan gas elpiji sempat terjadi di Mimika. Akibat keterlambatan ini, pihak distributor mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah, sebab sudah membayar ke pihak Pertamina pembelian gas elpiji ukuran 50 kg, 12 kg dan 5,5 kg. Baca juga: Sumur Mirip Kawah Tiba-tiba Muncul di Cilacap, Keluarkan Gas dan LumpurDia menjamin, kelangkaan gas elpiji ini tidak akan terjadi lagi hingga menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru 2019. "Kami menjamin tidak akan terjadi kelangkaan gas elpiji lagi hingga hari raya Natal," pungkas dia.
Source: Kompas October 13, 2018 15:42 UTC