Koordinator aksi penutupan, Wandi, mengatakan pihaknya akan menutup kembali TPST Bantargebang setelah kuota sampah mencapai 2.000 ton per hari. Kamis (23/6) sejak pukul 00.01 WIB TPST Bantargebang dibuka menerima sampah hingga kuota sampah mencapai 2.000 ton per hari, kemudian warga kembali menutup dan melarang sopir truk membuang sampah ke TPST Bantargebang. Selebihnya, kata dia, warga TPST Bantargebang tidak mau terima sampah, biar Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI yang mengurusnya. "Volume sampah sudah terpenuhi 2.000 ton per hari, TPST Bantargebang ditutup lagi oleh warga," ujar Direktur Manajer PT Godang Tua Jaya (GTJ), Douglas Manurung, Kamis (23/6). Sedangkan jumlah sampah yang masuk ke TPST Bantargebang saat ini mencapai 7.000 ton per hari.
Source: Suara Pembaruan June 23, 2016 03:11 UTC