Padahal jembatan yang melintasi Kali Cikaniki di Kampung Kantalarang RT 02/05, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin masih menjadi akses utama bagi warga. Bila terjadi kerusakan maka akan membuat warga desa terisolir dari kehidupan luar,” ujarnya kepada Radar Bogor (Jawa Pos Group). Lebih takut lagi jika ada warga yang sedang melintas tiba-tiba jembatan tersebut ambruk. Siswi SMK di Leuwiliang Siti Nurleni (16) mengaku, harus berjuang menyeberangi jembatan tersebut. Tapi ia bingung harus ke mana lagi jika tidak melintasi jembatan tersebut, karena memang tidak ada jalur lain.
Source: Jawa Pos May 24, 2017 08:48 UTC