JawaPos.com – Pakar keamanan siber Kaspersky telah menemukan kampanye ancaman persisten canggih (APT) yang langka dan berskala luas menargetkan para pengguna di Asia Tenggara, terutama Myanmar dan Filipina. Kaspersky mengidentifikasi sekitar 100 korban di Myanmar dan 1.400 di Filipina, beberapa di antaranya merupakan entitas pemerintah. Kelompok aktivitas ini dijuluki LuminousMoth dan telah melakukan serangan spionase siber terhadap entitas pemerintah setidaknya sejak Oktober 2020 lalu. Setelah diunduh pada sistem, malware mencoba menginfeksi host lain dengan menyebar melalui drive USB yang dapat dilepas. Apabila drive ditemukan, malware kemudian membuat direktori tersembunyi di drive, dan selanjutnya memindahkan seluruh file korban, bersama dengan executable berbahaya.
Source: Jawa Pos August 08, 2021 16:07 UTC