JAKARTA, KOMPAS.com – Apakah Anda masih ingat dengan iklan layanan masyarakat yang berbunyi “ Hemat energi, hemat biaya”? Baca juga: TOD Pasar Senen dan Peluang Mengembalikan KejayaanMenurut Ketua Masyarakat Infrastruktur Indonesia Harun al-rasyid Lubis, slogan hemat energi yang sudah sering didengungkan masih relevan untuk dilaksanakan hingga saat ini. Dia menambahkan, meski konsep TOD sudah dipraktikkan di kota-kota besar dunia sejak tahun 1980-an, tetapi di Jakarta dan sekitarnya konsep ini mulai menarik perhatian banyak kalangan, termasuk dari masyarakat maupun swasta. Meski demikian, tidak sedikit problem dalam melaksanakan konsep TOD ini, sebut saja masalah regulasi, kelembagaan, keuangan, perpajakan, lahan, sosial, dan penataan infrastruktur. Harun berpendapat, kota membutuhkan perencanaan TOD yang mumpuni, terdiri dari pedoman, peraturan, dan tata kelola TOD holistik.
Source: Kompas January 13, 2019 05:15 UTC